Seperti kebanyakan anak sekolahan jaman sekarang,globalisasi telah membawa pengaruh besar bagi mereka,salah satunya dlm hal berpenampilan,yang tentunya menimbulkuan pro dan kontra di lingkungan sekolah.
Sebut saja Ismi,Mey dan Habsari (a.k.a Sari) mereka adalah salah satu geng siswi yang kerap menjadi pusat perhatian para guru dan pelajar lainya.terutama yang cowok.bagaimana tidak berbekal paras elok,penampilan menarik,dan tentunya orang tua mereka yang memiliki strata ekonomi di atas siswa-siswi lainya. Dari ketiga siswi tersebut Ismi lah yang paling menonjol, body bohai,postur tinggi, dan yang teristimewa adalah rambutnya yang indah,hitam lebat bak bintang iklan shampo.nggak terlalu panjang sih hanya menjuntai sampai pinggang saja,namun cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi para playboy2 di SMA tersebut.

sedangkan mey dan Sari jika di beri poin mungkin sekitar 70an lah,lumayan. Mey memiliki perawakan yang mungil,imut,putih dengan rambut sebahu tebal.sedangkan Sari ini bisa dibilang Indonesia banget,dengan kulit sawo matang,kurus tinggi juga dengan rambut sepinggang juga,namun tak setebal milik ismi.
Seperti yang saya katakan tadi,mengenai penampilan mereka yang bisa dibilang terlalu modis untuk sekelas pelajar,memakai perhiasan berlebih,rok mini,dn sragam ketat memperlihatkan sedikit bel*han dada mereka.sampai di situ pun belum menjadi masalah yang signifikan,hingga suatu saat seluruh warga sekolah melihat mereka bertiga mewarnai rambut dengan model highlight dn warna yang mencolok.sekalipun mereka bertiga berusaha menutup2inya,tetap saja terlihat jelas.tentu ini melanggar peraturan sekolah,
sampai2 pak Joni selaku wakil kepala sekolah memanggil seluruh wali kelas dan semua anggota osis untuk mengadakan rapat dadakan. "Ini tidak bisa dibiarkan buk,kita harus tegas,segera ambil tindakan sebelum menular ke siswa-siswi lainya,jangan mentang2 orang tua mereka donatur favorit sekolah kita,mereka mendapat perlakuan spesial" kata pak Joni kepada bu Eni,selaku wali kelas 3 primadona tersebut."bukan begitu pak Joni,sebenarnya saya juga sudah mengingatkan mereka tiap hari,namun sepertinya pesan saya hanya dianggap sebagai angin lalu" jawab bu Eni.
dengan muka merah pak Joni menyahut "Ooh..,begitu?jadi mereka tidak menghiraukan sama sekali aturan2 dan norma sekolah ini..?oke..!besok hari senin setelah upacara bendera kita adakan sweeping,dengan bantuan para pengurus Osis,kita ambil tindakan besok,seluruh siswa-siswi yg tidak mentaati aturan, berpenampilan seenaknya harus diberi sanksi"
Nampaknya berita itu terdengar ke semua siswa,tak terkecuali Ismi,mey dan sari. "Kayaknya hari senin besok kita pakek sragam yang lama dulu deh" respon sari, Ismi menjawab "nggak papalah sehari aja jadi cupu,hahaha". Mey yang juga berada di samping Ismi dan sari menyaut "lah sayang banget baru 3 hari warnain rambut,besok udah di itemin lagi". "Apaan,nggak usah, udah cukup sragam aja yang ganti,sama perhiasan jangan kita pakai dulu,kalo rambut mah nggak mungkin diapa-apain,itu cuman buat cowok2 yang udah gondrong.gila aja masak siswi juga ikutan dicolakin rambutnya" jawab Ismi, "yakin lu is?rambut kita nggak jadi masalah? Tapi kalo dipikir2 bener juga sih,biasanya kan cuman siswa cowok yang kena" sahut Sari. "Yaiyalah,makanya nggak usah takut" jawab Ismi.dengan pede mereka tak mengiraukan rambut mereka.
Hingga saatnya hari penghakiman tiba..,senin pagi yang begitu cerah setelah upacara bendera selesai pak Joni naik ke atas mimbar dengan didampingi beberapa pengurus osis dibelakangnya. "Selamat pagi anak2.yah mungkin kalian sudah dengar beritanya ya..,hari ini akan diadakan sidak soal aturan berpenampilan yang baik,sebelumnya saya berterimakasih pada kalian,saya lihat dari atas sini beberapa dari kalian sudah merubah penampilan,memakai sragam sesuai standar,tertib.tapi masih ada satu lagi,langsung aja untuk para siswa cowok silahkan lepas topi kalian".
Para siswa melepas topi mereka,dan para pengurus osis mulai mengitari barisan mereka.dan selalu saja walaupun mereka sudah tau,tetap saja masih ada yang kena "iya nuri yang itu nah..nah.." kata pak Joni dari mimbar kepada nuri salah satu pengurus Osis.menunjuk siswa bernama erik,yang rambutnya emang gondrong. kebetulan si nuri ini baru duduk di kelas sepuluh,sedang erik kelas 12 sama seperti Ismi dan geng nya,jadi pada saat menggunting rambut erik dia sedikit canggung,agak takut "awas lu jangan sampai pitak ya" kata erik, "i..iya kak,enggak kok tenang,aku potong dikit aja" jawab nuri.sambil terus berlanjut ismi dn gengnya asik ngobrol sendiri di tengah lapangan upacara,sampai eksekusi itu selesai. "Ah selesai jugak,panas banget keles,dari tadi kenapa.." Ismi bergumam.
Dan tibalah saatnya ketika para pengurus Osis mau kembali ke tempat pak joni berteriak "eh..eh,belum selesai,ayo sekarang giliran yang cewek buka topi" sontak para siswi kaget "Haa masak cewek gaboleh rambut panjang pak..??" Teriak salah satu siswi,segera pak Joni menjawab "heh diam..!,rambut panjang asal nggak neko2 diwarnain nggak masalah.ini yang saya mau kasih sanksi yang rambutnya diwarnain,mengerti..! Ayo periksa semuanya". Mulai detik itu muka Ismi 'n gengs terliat pucat,tercengang. "Mampuss kita Iss..,yah rambut gue" kata Sari sambil mewek. Mey juga "aduh digunting beneran nggak ya,banyak nggak ya". Dan lagi2 nuri si anggota osis itu sampai di belakang barisan mereka bertiga. "Pak..pak..,ini gimana" teriak nuri dengan polosnya menunjuk ismi,mey dan sari.tentu mereka bertiga tercengang mendengar teriakan nuri. "yak itu,langsung gunting aja,ayo cepet,pokoknya rambut yang warnanya nggak item langsung digunting" jawab pk Joni.
Padahal highlight rambut mereka nggak hnya di ujung,namun sampai ke pangkal rambut. "Yah jangan donk,ya ampun habis donk rambut gue" mey ketakutan. Nuri mulai mendekati mereka bertiga,Ismi yang terdiam tanpa kata nampak mukanya memerah melotot ke Nuri smbil menyentak "B*ngsat bgt sih lu! Ngapain lu triak2..,awas lu nekat colakin rambut gue,gue botakin lu" nuri yang terlihat ketakutan sambil megang2 rambut Ismi menjawab "em..kak maaf,aku cuma..". "Asss..,a*jing lu! bnyak omong..,auw..nggak usah tarik2 rambut gue" potong Ismi. Pak Joni yang tak sabar pun segera turun dari mimbar menghampiri mereka bertiga "mana nuri guntingnya".mengambil gunting di tangan Nuri lalu dengan keras memegang kepala ismi.
"Aaah..Pak..pak..jangan pak,iyah2 saya janji besok saya itemin.ampun pak" teriak Ismi sambil mewek memegangi tangan pak Joni di atas kepalanya.tanpa basa basi pk Joni menggenggam rambut pangkal ismi yang berwana kemerahan, "krik..krik..krik.." terdengar tebal sekali rambut yang digunting pak joni. "wauw..,jangan pak..rambut gue ,yah..pak.." campur aduk perasaan ismi lagi2 pak Joni menjambak rambut bagian depan berikut poninya.ditariknya "krik..krik..krik.." suaranya terdengar begitu renyah sekali,menyisakan rambut Ismi sekitar 2cm.apalah daya kali ini dia hanya bisa tertunduk tanpa kata,meringis,matanya terpejam.air matanya membasahi seluruh mukanya yang merah.sesekali kepalanya menggeleng ke samping,atas mengikuti ritme jambakan dan guntingan pak Joni.miris sekali,rambutnya yang tebal kini berserakan menyelimuti baju sragamnya, disampingnya Mey dan Sari menangis memggenggam tangan Ismi. "Hikss..,ya ampun is,rambut lu" rintih Mey. Sari pun juga "yahh..,abis ini kita mey,hiks..".
Dan para siswi lainya pun ikut menyaksikanya,ada yang menutup mata,ada yang melongo seakan tak percaya.
Tak terasa hampir selesai,terakhir rambut bagian belakang ismy ditarik2 lagi "aiigh..aghh" rintih ismi...dikumpulkan lalu digenggam erat pak Joni. "Kresss...kress...kresss" untuk yang ini Ismi sampai menengadah keatas "haak..." mulutnya tersentak kaget saking tebal rambutnya.terlihat pitak2 jelas sekali. Dan selesailah Ismi,sekarang dia tertunduk lagi kedua tanganya memegangi kepala sambil menutupinya.potonganya terlihat tidak rata,menyisakan sekitar 2cm.lalu dia berlari ke Toilet tanpa membersihkan rambut2 yang ada di pakaianya,sehingga berceceran di lapangan upacara tersebut.dan kini tertinggal mey dan sari.meskipun tetap menangis mereka terlihat sedikit pasrah,
pak Joni memanggil Nuri untuk membantunya mencukur mey sedang pak Joni menyelesaikian Sari. Lagi2 bunyi "kress..kress...kress..." dihiasi sedikit rintih tangisan mey dan sari terus berulang kali. sampai selesai.mey segera berlali menyusul Ismi,sedang sari masih menangis memungut smua potongan rambut di bawah,dan berjalan menyusul Ismi juga.Selesailah prosesi tersebut,Pak joni kembali ke mimbar berkata pada murid2 lainya "anak2 sebenarnya Bapak/ibu guru sudah memperingatkan tiap hari,tapi buktinya beberapa teman kalian masih ngeyel,ya ini akibatnya.,mohon untuk diperhatikan ya.biar jadi pelajaran buat kalian,dan ini semua juga demi masa depan kalian,terimakasih" kata2 terakhir Pak Joni.
Dibalik kejadian ini,ternyata Nuri si pengurus Osis yang membantu Pak Joni tadi merasa bersalah pada Ismi ,mey dan Sari..,seketika itu dia menyusul mereka bertiga ke toilet sekolah,ismi masih terlihat sangat depresi.dan kira" apa yang akan terjadi pada Nuri ya...? Tunggu kisah selanjutnya..