Begini ceritanya sore-sore sekitar jam 4 lah saya lagi mencuci motor asyik sedang mencuci tiba-tiba ada tetangga saya yang datang ke rumah. Tetangga saya ini seorang ibu dan bersama anak perempuannya yanmg datang ke rumah saya, saya juga tak tahu maksud mereka mau apa fikir saya mungkin mau ngobrol sama ibu. Kebetulan di rumah lagi sepi saya sendirian, ibu itu bernama Srikah dan anaknya bernama Nisa lalu mereka menghampiri ku dan bertanya.
Srikah : assalamualaikum.
Aku : waa alikumsalam, ada apa bu srikah mau cari ibu ya? ibu lagi gak ada di rumah.
Srikah : ah...gak ibu mau ada perlu sama kamu Win, mau minta tolong.
Aku : mau minta tolong apa bu?
Srikah : ini si Nisa kan masuk SMK Kehutanan, terus katanya peraturannya kalau murid baru gak boleh rambutnya panjang jadi ibu mau minta tolong Erwin buat motong rambutnya Nisa.
Jantung ku langsung bedegup kencang ku pandangi rambutnya Nisa yang lurus tapi tidak terlalu panjang hanya setali BH saja.

Aku : gak salah bu kok saya yang suruh motong rambut Nisa kenapa gak ke salon saja.
Srikah : tadinya juga gitu cma Nisa bilang potong rambut pendek aja kok ke salon kan mas Erwin juga bisa.
Aku : emag mau di potong model apa Nis? kalau model cewek yang aneh aku gak berani kalau model cowok aku sh bisa aja.
Nisa : iya mas potong model cowok aja emang disuruh potong cowok sama gurunya.
Aku : oooooo....gitu!
Srikah : gimana Win bisa bantuin Nisa?
Aku : iya bu bisa kok, tapi tunggu sebentar ya tak beresin ini dulu ibu sama Nisa tunggu dulu di dalam rumah.
Aku langsung beresin cuci motornya setelah itu aku ambil alat cukur yang saya punya seperti : gunting, sisir, clipper, cukuran kumis,dan sikat. Lalu aku menghampiri mereka untuk mulai memotong rambut Nisa.
Aku : ayo Nis silakan duduk potong rambut disini aja ya gak ada orang juga lagi sepi.
Nisa : iya mas!
Aku : oiya Nis, kan aku gak punya cape nih gak apa-apa ya kamu potong rambut gini ja g usah pake cape.
Nisa : kalau gitu tak lepas baju aja mas, saya pakai tank top kok.
Aku : iya sudah terserah kamu.
Nisa melepas bajunya dan hanya memakai tank top saja.
Srikah : waaahhhh...Win alatmu lemgkap juga ya!
Aku : iya lumayan bu kadang ada aja teman yang minta di cukur juga.
Aku mulai menyisir rambut Nisa yang dari tadi memang sudah terurai. Aku memotong rambut Nisa dalam keadaan kering saja karena aku suka seperti itu.
Aku : mau di potong kayak apa ni NIs?
Nisa : potong laki aja mas yang penting rapi.
Aku : kalau gitu sampingnya ntar tak tipisin dikit ya biar kelihatan rapi.
Nisa : boleh mas.
Puas menyisir rambut Nisa, aku ambil gunting dan kupotong rambut Nisa sampai di pertengahan leher hingga terbentuk model bob rata. Terlihat leher Nisa yang putih, bersih, dan mulus rambutnya pun berjatuhan ke lantai kira-kira yang terpotong 20 cm. Dan kulanjutkan pekerjaanku aku tidak partisi rambutnya langsung saja ku ambil clipper suapaya cepat dan rapi. Ku dorong kepala Nisa sampai tertunduk dan ku nyalakan clipper lalu ku tempelkan sisir dan kupotong rambut Nisa yang menyembul di atas sisir dengan clipper.
Sengaja aku tidak pakai sepatu pembatas di clipper ku karena sudah ada sisir sebagai pembatas rambut yang akan dipotong.Terdengar suara khas dengungan clipper yang membabat rambut Nisa ngung....ngung...kres.....kres dan rambut Nisa mulai berguguran di pundak dan di lantai. Ku ulangi trus memotong rambut bagian belakang Nisa sampai terpotong rapi hingga tersisa 3 cm saja, setelah ku rasa rapi bagian belakang lanjut ke bagian samping kanan.
Kembali ku dorong kepala Nisa ke samping kiri dengan memakai sisir sebagai pembatas panjangnya ku sesuaikan dengan bagian belakang kembali rambut Nisa berguguran ada yang di pundak ada juga yang jatuh di pangkuannya. Selesai bagian samping kanan lanjut bagian samping kiri hal yang sama ku lakukanmseperti bagian kanan sampai rapi, setelah bagian samping dan belakang selesai lanjut bagian atas rambut Nisa yang masih panjang. Kali Ini aku menggunaka gunting untuk memotong rambut Nisa lalu kupotong rambut atasnya sampai tersisa sekitar 6 cm saja lalu aku bertanya pada Nisa
.
Aku : Nis. ini poninya mau di potong seberapa?
Nisa : di atas alis dikit aja mas biar gak kena mata.
Aku : ok!
Lalu ku sisir poninya ke depan dan kupotong tepat di atas alis, setelah rapi semua kini tinggal merapikan rambut bagian bawahnya kembali ku gunakan clipper untuk merapikannya, setelah itu ku ambil cukuran kumis untuk mengerik rambut-rambut halus yang ada di bagian bawahnya.
Aku : nunduk dulu ya Nis tak kerik dulu biar rapi.
Nisa menunduk dan aku mulai mengerik rambut-rambut halus yang ada di bagian bawah sampai ke leher Nisa. Krik....krik...krik bagian samping pun juga ku kerik juga. Setelah selesai dan ku rasa rapi aku ambil sikat untuk menyapu rambut Nisa yang berguguran di tubuhnya.
Aku : gimana Nis, ada yang kurang lebih enteng kan?
Nisa : iya mas enteng banget, makasih mas!
Srikah : waaaahhh...bagus kok potonganmu Win rapi juga, Nisa tambah cantik.
Aku : iya bu tambah cantik.
Nisa tersipu malu sambil membersihkan rambut-rambut yang menempel di tubuhnya. Tiba-tiba ibu Srikah langsung nyeplos aja dan membuat aku keget.
Srikah : kalau gitu ibu mau potong rambut kayak Nisa juga aahhh, gima Win boleh?
Aku : boleh aja kalau ibu mau.
Srikah : iya udh sekalian mumpung masih dsni.
Aku : iya bu silakan duduk.
Nisa : bu, kalau gitu aku tak pulang dulu ya mau mandi dah gatel kena rambut.
Srikah : iya sudah kamu duluan aja.
Nisa memakai bajunya lagi dan kembali ke rumah sementara aku lanjut memotong rambut ibunya. Rambut ibu Srikah juga lurus dan tebal tapi masih pendek seleher.
Aku : ini rambutnya mau di potong kayak Nisa tadi bu?
Srikah : iya Win, potong kayak Nisa aja atau agak pendek lagi juga gak apa-apa biar ringkes.
Tanpa basa-basi langsung ku ambil clipper kali ini aku pakai sepatu no.4 supaya mempercepat pekerjaan dan hasilnya pun rapi sama rata. Kudorong kepala kepala bu Srikah lalu ku tempelkan clipper itu ke kepala belakang bu Srikah, rambutnya berjatuhan di bajunya dan di lantai,
ku jalankan clipper ke atas ke bawah sampai rambut bagian belakang bu Srikah terpotong rapi yang tersisa rambutnya hanya sekitar 2 cm saja. Setelah rapi bagian belakang lanjut ke bagian samping kanan dan kali ini kepala bu Srikah ku tengokkan ke kiridan agak ku dorong ke belakang lalu clipper ku tempel di kepala bagian samping bu Srikah ku ulangi trus jalannya clipper itu sampai panjangnya sama dengan rambut bagian belakang dan rambutnya pun berjatuhan di pangkuannya,
sengaja aku memberikan model yang sedikit berbeda dengan Nisa ku buat potongannya bagian samping dan belakang lebih tipis dari rambut Nisa. Lanjut bagian samping kiri kembali ku tengokkan kepala bu Srikah ke kanan dan agak ku dorong ke belakang clipper kembali beraksi membabat rambut bagian samping bu Srikah.
Setelah selesai bagian samping dan belakang lanjut bagian atas sengaja aku potong agak pendek dari rambut Nisa tadi menyesuaikan bagian samping dan belakang tadi kali ini ku potong menyisakan 4 cm saja dan ku sisir kebelakang persisi seperti potongan laki yang rapi pendek. Setelah rapi bagian atas ku patut hasil potongannya dan tak lupa cambangnya pun tak luput dari ganasnya clipper ku, ku potong cambangnya tepat sejajar telinga bagian atas kanan kiri sama panjangnya sambil merapikan rambut bagian bawahnya.
Lalu ku ambil cukuran kumis untuk mengerik rambu-rambut halus di cambang yang ku potong tadi dan di bagian belakang dan leher. Selesai semua pekerjaan ku lalu ku ambil sikat dan ku bersihkan baju bu Srikah dari rambut-rambut yang berjatuhan.
Aku : gimana bu rasanya?
Srikah : adem Win ringan rasanya ringkes.
Aku : iya bu tambah fresh kelihatan muda.
Srikah : iya sudah ibu pulang dlu dah sore, makasih ya bantuannya.
Aku : sam-sama bu.
Ibu Srikah pulang dan aku membereskan alat cukur ku dan membersihkan potongan rambut mereka berdua. Senang rasanya puas hasrat hairfetish ku terobati, Tak di sangka juga bisa memotong rambut 2 orang wanita sekaligus pengalaman luar biasa.