Ada wanita cantik berjalan ditrotoar sendirian dengan pakaian kantor dengan tubuhnya seksi, dia bernama Wulan. Wulan memiliki rambut panjang sepinggang, dan umurnya 22 tahun. Dia adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di jakarta. Dikantornya Wulan banyak disukai pria bahkan sampai orang tua ingin mendekatinya, meski Wulan sudah mempunyai pacar bernama Rio bekerja di kantornya juga. Karena itulah Wulan mempunyai wajah cantik dan sifatnya feminin.
Pada saat Wulan berjalan ditrotoar dengan keadaan sepi, tiba-tiba ada mobil sedan warna hitam berhenti di depan Wulan, lalu keluarlah seorang laki-laki dari mobil ternyata itu adalah mantan pacarnya Wulan bernama Eric. Wulan terkejut dan tak menyangka bertemu dengan mantan pacarnya sejak masih SMA. Eric lalu mengajaknya ke mobil untuk pergi ke suatu tempat yang sepi dari keramaian orang yaitu gudang tua.

Selama diperjalanan Eric dengan mesranya memegang tangan dan sambil berbagi cerita sejak masa-masa SMA dengan Wulan. Lalu Eric memegang rambut panjang Wulan dan menciuminya karena begitu wangi aromanya, Wulan langsung membalas senyuman kepada Eric. Dimobilnya eric membawa satu botol plastik berisi air dicampurkan obat bius untuk Wulan supaya tak sadarkan diri sebelum mengeksekusi mantan pacarnya yang akan dibotakin.
Eric : Kamu mau minum Wulan, seperti tadi kamu lelah jalan kaki dari kantor kamu, Apalagi cuacanya panas sekarang.
Wulan : Boleh deh, ric.
Wulan mengambil air minum dan membuka botolnya dan diminumlah air itu sampai habis dibotolnya. Setelah meminumnya Wulan merasakan pusing lalu pingsan tak sadarkan diri dimobil. Tempat eksekusi Eric sudah dekat dan membawa mobilnya dengan cepat menuju gudang tua. Sampailah di gudang tua Eric memberhentikan mobilnya lalu membuka pintu mobilnya dan memangkul Wulan ke dalam gudang tua. Ternyata sudah disiapkan semua peralatan untuk menggunduli Wulan di gudang tua yaitu terpal untuk menjadikan alas ketika rambut wulan berjatuhan saat dicukur supaya tidak kotor, tali tambang untuk mengikat tubuh Wulan supaya tidak berontak saat dicukur, kursi kayu untuk tempat duduk eksekusi, dan peralatan cukur rambut pria.
Eric langsung membawa Wulan ke kursi, lalu mengambil tali tambang dan mengikat tubuh Wulan dari tangan sampai bagian kaki. Setelah itu Eric memberi lakban hitam dimulut Wulan agar tidak berteriak minta tolong. Tiba-tiba Wulan terbangun dan melihat tempat disekitarnya begitu sepi. Wulan kaget tubuhnya terikat dengan kursi kayu sambil berteriak. Tapi teriakannya sia-sia saja karena mulutnya dilakban oleh mantan pacarnya. Lalu Eric datang menghampiri Wulan sambil membawa kotak berisi alat cukur pria dan kain cape transparan.
Tanpa basa-basi Eric memakai kain capenya ke Wulan dan mengambil clippernya. Clipper mulai menyala tangan kiri Eric menunduk kepala Wulan dan tangan kanan mulai mendorong clippernya dari dahi sampai bagian belakang tengkuk Wulan. Wulan hanya pasrah dan meneteskan airmatanya melihat rambutnya berjatuhan di wajah lalu ke tubuhnya. Lalu didorong kembali clippernya dengan gerakan yang sama dengan tempo yang cepat. Rambut Wulan mulai berjatuhan dipangkuannya begitu banyak sebagian jatuh ke alas terpal.
Selesailah mencukur dibagian tengah kepala Wulan, sekarang rambut Wulan botak dibagian tengah dan bagian sampingnya masih panjang. Eric memberi cermin kepada Wulan agar tahu rambutnya begitu aneh dilihat. Wulanpun semakin sedih dan kembali meneteskan airmatanya. Eric tak peduli dengan tangisan Wulan lalu melanjutan eksekusinya. Eric kembali menyalakan clippernya dan mencukur rambut Wulan bagian samping kiri dan kanannya dengan begitu cepat. Rambut Wulan mulai berjatuhan kembali ke pangkuannya dan terlihatlah kedua telinga yang dihiasi oleh giwang berlian.
Kini kepalanya Wulan sudah tak ada sehelai rambutpun dan semuanya rata hanya menyisahkan semili. Lalu Eric mengambil krim cukur dan menumpahkan dan mengusap krim di permukaan kepala yang akan dikeriknya. Dengan gerakan pelan mulai mengkerik kepalanya agar tidak terluka dibagian kepalanya. Setelah 10 menit kemudian kepala Wulan sudah licin dan berkilau sambil diberi minyak kemiri supaya rambutnya tumbuh kembali. Eric lalu membersihkan rambut yang menempel di wajah Wulan dan lehernya dengan kain.
Selesai eksekusi mantan pacarnya, Eric melepaskan kain cape dari tubuh Wulan. Jerit dan tangisan Wulan sudah tak terdengar lagi dan hanya bisa pasrah terhadap dirinya yang sekarang botak tanpa rambut panjangnya yang indah. Meskipun Wulan gundul tapi wajahnya masih terlihat cantik dimata Eric. Setelah itu Eric membersihkan rambut Wulan dan memasukan rambut Wulan ke kantong plastik transparan untuk dijadikan kenang-kenangan. Semua peralatan cukur dimasukan kedalam kotak kembali setelah itu melepas tali tambang yang terikat di tubuh Wulan dan melepaskan lakban hitam dimulutnya. Wulan mulai berbicara kepada Eric.
Wulan : Ternyata kamu bawa aku kesini untuk menuruti perbuatan bejat kamu ya. (sambil marah)
Eric : Iya, karena aku masih sayang sama kamu dengan penampilan kamu sekarang Wulan.
Wulan : Jadi kamu suka aku terlihat gundul seperti ini ya, kamu jahat banget ric. (mulai menangis dirinya)
Eric : Aku sebenarnya masih suka sama kamu dan aku sengaja menggunduli kamu supaya kamu tak ada yang memiliki selain aku (sambil mengenggam tangan Wulan).
Wulan : Maaf Ric, aku udah punya pacar skrng. jadi aku ngk bisa balikan sama kamu. Aku takut pacar aku kecewa dengan kamu.
Eric : Aku mohon kamu putusin pacar kamu sekarang dan kita jalani lagi dengan hubungan kita Wul. Aku janji ngk kecewain kamu lagi, aku mohon wul Aku sayang sama kamu.
Wulan : Iya sayang kita jalani lagi hubungan kita ya. aku akan turuti semua kemauan kamu dari diriku. (dengan senyuman manisnya)
Eric : Iya aku juga sayang sama kamu. (sambil mengelus kepala Botak Wulan dan mencium keningnya)
Wulan : Sayang aku malu dengan kepala botak begini, kira" kamu punya wig atau kerudung buat aku?
Eric : Oh iya ini kado buat kamu isinya kerudung untuk kamu, aku lebih suka kalau kamu berhijab dan nyaman dilihatnya.
Wulan : Hehe, terimakasih ya sayang kamu udah kasih hadiah buat aku.
Wulan dan Eric mulai kembali berpacaran dan mereka saling bahagia keduanya. Wulan begitu senang melihat Eric yang begitu perhatian memberi kerudung kepada Wulan. Lalu Wulan membuka isi kado tersebut yaitu kerudung, langsung Wulan memakai kerudungnya didepan Eric. Mereka berdua langsung meninggalkan gudang tua dan masuk ke mobil sedannya Eric dan membawa Wulan pulang ke rumah dengan begitu mesra saat di perjalanan.