storyhairfetish.blogspot.co.id - Perkenalkan nama ku siti, aq adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Kedua kakakku tinggal bersama suaminya jadi tinggal aku anak bontot yg masih tinggal dirumah Dan merawat orang tua.
Tidak mudah memang hidup yang harus ku jalani, apalagi sepeninggal ibu yang telah berpulang kepada-Nya 3 bulan yg lalu. Dan yang lebih mengkhawatirkanku adalah perubahan sikap Ayah setelah ditinggal ibu pergi selamanya. Ayah yg dirumah selalu humoris begitu perhatian tiba2 menjadi sosok yg penting dan seperti kehilangan gairah hidupnya...
Ayah begitu terpukul dengan kepergian ibu,hampir setiap hari Ayah habiskan waktunya bersama ibu Dan kini tiba2 harus menjalani hidup sendiri tanpa istri . masih kuingat sie seberapa mesranya mereka ,bahkan yang masih ku ingat adalah ibu kalo mau potong rambut ga pernah mau ke salon tapi malah minta Ayah yang potongin
Dan tampaknya Ayah sangat bahagia waktu memotong rambut istri yang di cintainya.sering sekali Ayah memotong rambut ibu,2-3bln sekali bahkan kadang2 ga sampai 2 bulan Ayah sudah memotong lagi rambut ibu,bahkan ketika pernah Ayah memotong rambut ibu Dan hasilnya ga bagus ibu tetep tersenyum Dan menyembunyikan kecewanya ,kadang sering heran juga aku sama sikap Ayah.

Hingga siang ini, aq melihat Ayah termenung di halaman belakang rumah dengan peralatan potongnya Dan taplak meja yang di gunakan buat menutupi tubuh almh ibu waktu dipotong sama Ayah.
Kucoba memberanikan diri mendekat ke Ayah ," Ayah ,Siti tahu Ayah begitu kehilangan dengan kepergian almarhumah ibu begitu juga Siti yah, tapi Ayah jangan berlarut dalam kesedihan walau berat ikhlaskan lah yah biar jalan ibu terang disana." Ayah masih saja ta bergeming dengan kata2 yang keluar dari mulutku.
Entah mendapat ilham dari mana tiba2 aku bilang ke Ayah, " Yah ,Siti sangat berharap Ayah tidak bersedih terus ,apapun akan Siti lakukan buat Ayah tersenyum kembali. Bahkan kalo bisa membuat Ayah ceria lagi Siti juga mau jadi penggantinya ibu untuk dipotong rambutnya sama Ayah...." Seperti tak sadar kata2 itu terucap dari mulut ku sendiri yang begitu mencintai rambut sepinggang ku sampai pernah mau dibeli 500rb oleh salon dekat rumah akupun menolaknya, tapi ini demi Ayah ceria lagi ga dibayarpun aku Rela rambutnya dipotong sama ayah,bahkan akupun ga tahu apakah ini bisa membuat ayahnya ceria kembali.
Tiba2 senyum yg tak pernah terlihat 3 bulan lamanya itu kembali kusaksikan.
" Siti apa kamu tidak sayang rambut panjang kamu Ayah potong?"
Tanpa berpikir panjang aku langsung menduduki kursi yang biasa buat ibu dipotong rambutnya sama Ayah." Silakan yah," kataku tanpa berpikir panjang lagi krn perasaanku senang melihat senyum ayah lagi." Kapanpun Ayah mau potong rambut Siti silakan." Ayah tampak agak gugup Dan masih bertanya," beneran Siti kamu ga nyesel nanti ?"
"Nggak yah pokoknya Siti mau jadi pengganti ibu asal janji Ayah ga sedih2 lagi ya. Ayo yah Siti sudah siap dipotong."
Ayah pun kembali tersenyum sambil mengibaskan taplak meja itu didepan tubuhku lalu menariknya ke belakang,kini taplak meja itu sudah membalut tubuhku, pasrah hanya itu yang bisa kulakukan ,yg selalu kuingat adalah tujuan awalku utk mengembalikan senyum Ayah. Kini tangan kanan Ayah pun sudah memegang Gunting Dan tangan kirinya membawa sisir.
Lalu Ayah pun menyisiri rambutku pelan sekali ,entah hati2 atau merasa canggung aku ga ngerti juga Dan tiba2 sisir itu berhenti dipunggungku lalu kres...kres...
Tanpa sadar aku merasa shock sekali sampai ta terasa air mata mengalir ,tanpa dikomando aq menengok ke belakang Dan kulihat sekitar 20-25cm rambutku sudah berjatuhan ke lantai langsung kuseka airmataku agar
Ayah tak melihat kesedihanku berpisah dengan rambut kesayangan.Ayah hanya memotong bagian belakang rambutku dari kiri ke kanan sepanjang 20-25cm, setelah selesai itu dia lepas jepit pakaian yg sigunakan utk menjepit taplak meja yang membalut tubuhku lalu melepas taplak meja itu dari tubuhku
Hufff lega sekali rasanya karena Ayah cuma memotong rambutku sepunggung saja ,mungkin Ayah juga ga tega motong terlalu panjang lagi. "Sudah selesai potongnya Siti,terima kasih sudah menjadi anak Ayah yang bisa mengerti."" Baik yah,kapanpun Ayah mau Siti siap dipotong lagi kok yah" walopun sebenarnya bertentangan di dalam hati
Dan perubahan pun terjadi setelah itu,Ayah kini mulai kembali seperti dulu,walopun kadang masih sedih kalo ingat almh ibu.
Misalnya pagi ini Ayah kembali semangat menyantap sarapan yang kusiapkan sebelum Ayah berangkat ke tempat kerja.
Satu minggu kemudian....
Hari ini Ayah libur kerja Dan pagi itu saat sarapan Ayah bilang kalo aku mau Ayah mau potong rambut ku lagi,tentu saja karena sudah berkomitmen aku iyain saja apalagi aku sangat bahagia dengan keadaan Ayah sekarang yg sudah bisa menerima kenyataan kalo ibu sudah kembali pada-Nya lagi.
Setelah sarapan kami pun menuju halaman belakang rumah tempat favorit Ayah memotong rambut almh ibu. "Kamu duduk dulu ya Siti,
Ayah ambil alat potong dulu," kata Ayah. Lalu dua menit kemudian Ayah sudah dibelakang Siti sambil membawa alat potongnya yang kini sepertinya sudah lebih banyak,sampai aku bertanya apa
Ayah mau ganti profesi jadi tukang pangkas Rambut kok alatnya jadi kaya tukang cukur. Ayah cuma senyum saja. Sebuah kain yang biasanya aq lihat di salon buat menutup tubuh waktu potong rambut pun kini ada ditangan Ayah,warnanya putih lalu dipakaikan ke tubuhku
Dan seperti sebelumnya akupun pasrah akan apa yang akan terjadi.
Ayah lalu menyisiri rambutmu Dan sudah ga canggung lagi,tidak seperti seminggu yg lalu.
Setelah menyisir bbrp lama lalu Ayah pun mengambil guntingnya terasa dingin menempel di leherku lalu kres...kres...kres...rambut panjangku dipotong Ayah sebatas leher tanpa model hanya dipotong rata, masih shock juga tapi sudah mulai bisa mengendalikan dirimu aq liat rambut yang jatuh ke pangkuan ku panjang sekali, dari sepunggung kini tinggal seleher,Dan makin banyak saja rambutny
yang berjatuhan ke lain penutup tubuh Dan lantai, sedang Ayah kuperhatikan tampak sangat menikmati proses dia babat rambutku. Disatu sisi sedih karena aku harus merelakan kehilangan rambut panjangku tapi disisi lain aku senang bisa bikin Ayah bahagia.
Terakhir Ayah merapikan ujung2 potongannya lalu ok,selesai sudah ketidak berdayaanku dalam balutan lain putih ini
Eiiits.... Ternyata belum selesai Ayah lalu mengoleskan krim cukur di bawah tengkukku Dan kemudian mengerik rambut halusku dengan pisau cukur seperti buat mencukur kumis atau jenggot Ayah. Setelah itu dibersihkan lah potongan2 rambut yang masih menempel di leherku kemudian Ayah melepas kain putih itu dari tubuhku. Tak sabar pengen segera kucari cermin akupun segera masuk ke kamar Dan ya Tuhan pendek sekali rambutku sekarang,
ah ga apalah yang penting ayah senang lagian kalo keluar aku juga pakai kerudung jadi ga ada yg tahu perubahan rambutku. Setelah kejadian itu hampir tiap 2 bulan sekali
Ayah merapikan rambutku Dan tidak tahu kenapa aku mulai menikmatinya,seperti ada yang kurang saja kalo sudah waktunya dipotong tapi masih nunggu waktu luangnya Ayah buat potong rambut anaknya ini. Dan rasanya udah ga nyaman saja kalo ga dirapikan 2bln sekali. Kinipun aku benar2 menggantikan peran ibu yang selalu siap untuk rambutnya dipotong sama Ayah
Sampai suatu saat Ayah mendapat tugas di luar kota selama sebulan,padahal bbrp hari setelah Ayah berangkat aq udah ga betah rambut sudah pengen dirapikan,kalo nunggu Ayah ya sebulan lagi,aduh jadi bingung nie
Adakah fetisher disini yang mau Bantu rapiin rambut Siti ?haha