Potong Rambut Pendek.- Hari ini sangat terik, dengan cuaca yAng panas. Maklum saat ini musim kemarau, panas menusuk ubun2. Entah sudah berapa bulan tidak hujan, kalaupun hujan hanya gerimis saja. Siang ini malas rasanya pergi kekampus, tapi apa mau dikata sisa beberapa sks mengharuskan aku masuk untuk persiapan skripsi. Tapi untunglah ada penghibur laraku, seorang gadis manis anak anak semester 5.
Dengan jilbab panjang tidak seperti cewek jilbobs. Namanya suci, manis nian cewek ini, setelah kukejar kurang lebih 2 semester belum juga dapat ditaklukkan hatinya. Seperti tidak ada hasrat kepada laki2 si suci ini. Padahal untuk ukuran tampang aku ga jauh beda dengan teungku wisnu..
Hihihi maaf jadi bangga diri. Lama lama dikejar semakin aku tergila gila. Sampai suatu saat aku hadang dia dijalan dan kuungkapkan rasaku didepan orang banyak dikampusku. Terlanjur cinta membuatku gila,. Lega rasanya setelah kejadian itu, memang seharusnya kuungkapkan saja.
Beberapa minggu setelah kejadian itu aku mendapatkan kabar bahwa dia kirim salam padaku melalui temannya. Kalau memang serius aku diminta untuk segera melamarnya kepada kedua orang tuanya. Karena setelah aku ungkapkan isi hatiku suci lantas istikharah mengenai hal tersebut, dan ternyata selama itu pula dia selalu terbayang kejadian tersebut, dan selalu berusaha menghindar dariku.
Oke kalau begitu, kebetulan aku juga sudah mapan dalam hal ekonomi karena aku punya usaha sambil kuliah. Maka kubulatkan tekadku untuk melamarnya, dan kusampaikan ke ortu, mereka setuju.
Hari yang ditunggu datang, ortuku dan kakak ku datang melamar suci dan diterima, dan dalam waktu 1 bulan kedepan aku akan menikahinya.
Minggu pun berganti bulan, sampai juga pada hari pernikahanku, tamu undangan dan keluarga mengucapkan selamat. Sampai pada saat malam pertama, aku ungkapkan padanya" De, kamu tau ga betapa beruntungnya aku mendapatkan kamu menjadi isteriku" sucipun hanya tersenyum.
" De, waktu itu aku sempat bersumpah"kataku
"Sumpah apa bang" balasnya
" aku bersumpah kalau sampai bisa mendapatkan kamu aku mau botakin rambutku , dan aku mau kamu yang melakukan" ucapku
Diapun terdiam, lalu kuberikan clipper padanya dan dia bertanya." ini gimana caranya??"
"nyalakan dan tempelkan dikepalaku " diapun mengangguk tanda mengerti.
" tapi boleh aku minta kamu mencukur aku dalam keadaan telanjang??" diapun mengangguk lagi
akhirnya kamipun telanjang bulat dan kulihat bulu dikemaluannya... lalu dia mulai mencukur kepalaku, sedangkan aku dalam posisi berjongkok menghadap kemaluannya.
Sedang dia mencukur kepalaku kuambil pisau cukur dan kucukur kemaluannya dan kujilati kemaluan suci sampai dia melepas clipper dan merubah posisi dari duduk menjadi telentang pasrah dengan kemaluan yang sudah botak. Lalu kutuntaskan dengan merenggut keperawanannya.
Selesai pergumulan yang pertama, diapun berkata " bang gimana rasanya dicukur pake mesin ini? aku jadi ngebayangin kalo aku yang digundulin"
" jangan cuma ngebayangin, coba aja " jawabku
" emang abang mau aku gundul?" tanyanya
" ga kenapa de, kamukan pakai jilbab panjang. jadi ga akan ada orang lain tahu " sanggahku
lalu tanpa bicara dia pun menjilati kemaluanku dan berkata " sekarang gantian aku yang cukur bulu abang, abang boleh gundulin aku " sambil dihisap dan dijilat kemaluanku dicukur dan aku mencukur gundul kepalanya sampai pada saat aku ga tahan untuk memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya , dan untuk yang kedua kalinya kami bergumul dengan potongan rambut ditubuh kami dan sekarang dalam keadaan gundul. Lalu kamipun terlelap.
"sayang bangun, udah shubuh" terdengar bisikan yang tak lain isteriku suci yang sudah gundul. kemudian dia beranjak kekamar mandi dan kukejar, lalu kami mandi bersama dan kukerok kepalanya sampai licin dengan posisi nungging batang kemaluanku ada dilubang kemaluan nya