storyhairfetish.blogspot.co.id Namaku Diana Lestari dan aku baru lulus SMK pada tahun ini. Usiaku masih 18 tahun tapi aku ingin putuskan untuk mencari pekerjaan karena orangtuaku tidak sanggup untuk membiayaiku untuk melanjutkan kuliah. Pada hari ini aku akan meninggalkan kampung halamanku Indramayu. Aku mulai berangkat menuju terminal bus untuk menuju Jakarta pada pagi Hari. Kira-Kira perjalanan hanya memakan waktu 3 jam menuju ibukota Jakarta.
Aku terdiam sambil menikmati pemandangan sepanjang perjananan di Bus. Pada Siang hari aku dan temanku telah tiba di terminal Pulo Gadung lalu aku naik taksi menuju alamat Tempat interview kerja di salah satu Hotel di daerah Ancol. Tak lama kemudian aku Sampai di Hotel tersebut aku langsung turun dari taksi dan membayar ongkos kepada supirnya. Aku langsung masuk ke Hotel Axis dan aku menuju ke lantai 7 dan bertemu Pak Vino. Sampailah di ruang interview tersebut aku duduk menunggu Pak Vino datang.
Tak lama kemudian Pak Vino datang sambil dia memanggil namaku untuk menuju ruangannya. Sesampainya di ruang interviewnya kami berjabat tangan dan aku dipersilahkan duduk.
Pak Vino : Selamat Siang, Semuanya.
Diana : Siang pak (Sambil tersenyum)
Pak Vino : Oke langsung aja perkenalkan diri kamu.
Diana : Nama saya Diana Lestari umur saya 18 tahun. Saya lulusan SMK jurusan Akutansi, pak.
Pak Vino : Diana apakah kamu siap bekerja di tempat saya.
Diana : Sangat siap, pak.
Pak Vino : Kamu ingin bekerja sebagai apa Diana....
Diana : Saya ingin menjadi pelayan Tamu pak....
Pak Vino : Oke Diana tapi disini ada syaratnya untuk menjadi pelayan tamu.
Diana : Kalo boleh tau syaratnya apa pak.
Pak Vino : Kamu harus rela cukur habis rambut panjang dikepalamu sampai licin. Semua pelayan wanita disini memakai wig dan berpenampilan seksi.
Diana : Apa pak saya harus botak licin, saya keberatan pak.
Pak Vino : Kalau kamu mau terima kerja disini sekarang saya gaji kamu 7 juta perbulan dan kamu dapat fasilitas mess untuk wanita. Coba gajinya besar kan daripada tempat lain belum tentu langsung diterima.
Diana : Oh begitu pak, baik pak saya mau bekerja ditempat ini, saya siap dan rela kehilangan rambut saya. (Diana hanya bisa pasrah)
Pak Vino : Oke Diana saatnya saya rubah penampilan kamu, ikuti saya menuju ruangan salon.
Diana : Baik pak (Dengan rasa takutnya ia berjalan)
Diana mulai takut ketika ia jalan menuju ruang salon karena dirinya tak tega melihatnya Botak. Tak lama kemudian aku dan pak Vino tiba diruangan salon, tak kusangka ternyata banyak rambut berserakan dilantai.
Pasti ini rambut wanita yang habis digunduli dengan mesin clipper, ada rambutnya berwarna hitam dan pirang kecoklatan. Sayang sekali rambut panjang mereka dibiarkan habis oleh mesin cukur rambut yang biasa digunakan oleh laki-laki. Pak Vino mulai menyuruhku duduk di kursi salon paling ujung akupun segera menuju tempatnya.
Disini aku duduk sambil melihat diriku di cermin yang begitu cantik dan anggun dengan rambut panjang sepunggung dan memakai kemeja putih layaknya orang mencari kerja. Kini terakhir kalinya aku mengusap dan memegang rambut panjangku yang indah ini,
diriku sambil meneteskan airmata. Aku menangis karena aku akan kehilangan rambutku yang sering kurawat dan dibelai oleh mantan pacarku. Pak Vino mulai menghiburku supaya aku tidak sedih.
Pak Vino : Sudah Diana jangan menangis, disini bukan kamu aja yang gundul tapi semua pelayan wanita wajib dibotakin. Ada sekitar 10 wanita yang bekerja disini awalnya dia sedih tapi lama kelamaan dia senang digundulin karena rasanya adem dan lucu dilihatnya.
Diana : Oh begitu pak.... (sambil sedih)
Pak Vino : Iya Diana makanya kamu harus yakin sama diri sendiri, pasti kamu bisa relain kamu botak. Siap ya cantik....
Diana : Iya pak, saya siap.
Pak Vino : Oke, Sebelum kamu gundul saya foto dulu untuk hasil before-afternya, kamu berdiri sebentar ya.
Akupun disuruh berdiri disamping kursi salon, lalu pak Vino memberiku tisu untuk mengusap airmata dipipiku. Setelah itu aku disuruh berpose gaya sambil memegang dan mengelus rambutku dengan wajah tersenyum. Selesai sesi foto akupun duduk dikursi salon dan pak Vino memakaikan kain cape berwarna pink ke tubuhku.
Pertama rambutku disisir agar terurai rapi, diriku kini tersenyum meski awalnya aku menangis. Tak lama kemudian pak Vino mulai mengambil clipper dari meja depanku dan mulailah ia menyalakannya.
Aku terkejut mendengar suara mesin cukur itu, dan pak Vino mulai menunduk kepalaku dengan tangan kirinya hingga aku menyentuh dadaku.
Clipper mulai mendarat di dahiku dan dicukurlah rambutku hingga ke bagian belakang kepalaku, aku merasa geli dan dingin kepalaku bagian yang tercukur. Rambutku mulai berjatuhan di pangkuanku dan pak Vino melanjutkan aksinya ke bagian rambut yang belum tercukur.
Rambutku semakin banyak berjatuhan hingga berserakan di lantai. Tak lama kemudian rambut dikepalaku hanya tersisa semili di bagian kiri, sedangkan dibagian kananku masih panjang rambutku.
Aku coba untuk memegang kepalaku yang sudah plontos, rasanya ringan dan geli kepalaku dan giwang yang menghiasi telingaku mulai terlihat setelah tertutup oleh rambut panjangku. Kemudian pak Vino menyalakan clipernya lagi dan membabat habis rambut di bagian kanan kepalaku. Dengan tempo yang begitu cepat aku merasakan geli yang luar biasa.
Rambut mulai berjatuhan dari kepalaku yang sudah tercukur habis. Kini aku sudah gundul diseluruh kepalaku, kemudian pak Vino menumpahkan krim cukur diseluruh permukaan kepalaku yang akan di garap.
Diambilah cukur jenggot dari laci meja salon, pak Vino langsung mengarap sisa rambut semili dari dahiku dengan teliti. Aku hanya bisa terdiam dan merasakan jalannya cukur jengot yang menggarap diseluruh kepalaku. 15 menit berselang berubah penampilanku dari cewek cantik berambut panjang menjadi cewek cantik berkepala botak.
Aku memegang seluruh bagian kepalaku terasa dingin dan halus tanpa tesisa sehelai rambutpun. Diriku sambil tertawa dan tersenyum didepan cermin betapa lucu aku botak.
Pak Vino kemudian membersihkan sisa potongan rambut yang menempel di leherku dengan kain, lalu membuka kain cape dari tubuhku. Lalu aku menuju tempat creambath kemudian kepalaku dibilas dengan air, oh rasanya dingin sekali.
Selesai dibilas aku kembali berpose untuk difoto hasil afternya. Selesai memotret aku diberikan wig dengan model rambut bob kemudian aku langsung memakainya. Pak Vino langsung mengajaku ke suatu tempat dan ternyata ruangan itu terdengan musik dj layaknya diskotik, sesampainya disana ternyata aku baru sadar aku dijadikan wanita penghibur.
Aku sangat merasa jijik dengan tempat ini. tapi sudah niat diriku sebagai perantau aku bekerja untuk mendapatkan gajiku agar aku bisa bertahan hidup dan meringankan beban orang tua dikampungku. Tiba-tiba aku dihampiri seniorku namanya Gina,
dia memakai wig model rambut panjang dan dia menyuruhku ke tempat kamarnya sendiri. Sesampainya di tempat kamarnya aku disuruh ganti pakaian bikini seperti dia dan kemudian diriku mulai dirias dengan Gina dari memberi bedak di wajah,
memakai bulu mata hiasan, dan terakhir melipstikan bibirku dengan warna pink. Gina sangat pandai berias karena dia banyak yang didekati oleh pria Hidung belang.
Selesai dirias aku membuka pakaian traningku hingga aku telanjang, terlihatlah seluruh tubuhku yang begitu mulus dan ayu. Kemudian aku memakai bikini layaknya bintang flim porno jepang. Selesai berias aku menuju tempat diskotik bersama Gina.
Kemudian aku belajar berani menjual diriku kepada lelaki hidung belang. Aku kemudian dikenalkan oleh Gina kepada lelaki bejat ini. Selesai berkenalan Gina menyuruhku mengantarkan makanan dan minuman kepada tamu diskotik karena aku masih tahap training.
Aku menuju Bar sambil memegang tray dan mengambil pesanan kepada tamu, lalu aku berjalan dengan sepatu hak tinggi dengan hati-hati. Sampailah aku dimeja tamu aku menaruh pesanannya ke mejanya, Begitupun seterusnya hingga aku bekerja pada sore hari. Jam 4 sore aku selesai bekerja dan saatnya aku menuju kamar messku.
Sesampainya dikamar messku aku disediakan fasilitas tv, ac, lemari dan tempat tidur. Aku membuka wigku dan kembali terlihat kepala botakku, hihihi. Kemudian aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi aku mengganti pakaian dan aku mengambil pakaian tidur dari koperku. Selesai berpakaian aku langsung menuju kamar tidurku sambil menyalakan AC. Aku menikmati sejuknya kamar ini beda rasanya tinggal dikampungku,
mau tidur saja masih pakai kipas angin. Lelah sudah tubuh ini akupun mulai tidur untuk istirahat sampai esok hari. "Ayah, Ibu maafkanlah anakmu ini. Karena aku menggunduli habis rambut panjangku demi karir yang aku dapatkan sekarang ini. Ayah dan Ibu aku sangat merindukanmu." (tertidur sambil meneteskan air matanya)