storyhairfetish.blogspot.co.id waktu itu sore hari sekitar jam 4 lah aku jalan2 ke rumah bulik ku. Tiba2 ada tetangga sebelah bulik yang bertamu juga, klo gak salah sulastri namanya belum terlalu tua dengan tubuh yang gak terlalu gemuk kulit sawo matang dan rambutnya hitam agak gelombang sepunggung lh,
biasa lh ibu2 klo ketemu ya ada aja yang diomongin. Mereka ngobrol berdua dan aku ngobrol sama paklek ku, dan ibu2 tetangga bulik tadi ntah iseng apa sengaja nanya sama bulik ku.
Sulastri : Mbak sampean potong rambut dimana? Kok rapi ya potongannnya.
Bulikku : emangnya kenapa? Kamu mau potong rambut juga.
Sulastri : Iya mbk dah gak tahan gerah banget lagian klo d pke kerja tu ribet banget msti ngiket dlu, maunya ku potong pendek kayak mbak aja enak kali ya ringkes.
Bulikku : oooo…ya udah potong aja rambutmu, enak juga lhooo punya rambut pendek ringan dingin di kepala, aku kemarin potong rambut sama suami ku sendiri.
Sulastri : Sama suami mbk kh? Emang bisa motong rambut…..!!!!!
Bulikku : iya sama suamiku ini rambut ku yang motong dia, mau potong rambut sama suamiku kh?
Bulikku menawarkan agar sulastri potong rambut sama paklek ku dan ternyata dia mau. Bulikku : Sebentar ya tak bilangi orangnya………….!!!!

Aku tidak tau apa yang mreka bicarakan tadi karena aku jg sedang ngobrol sama paklek ku jadi tak terlalu jelas apa yang mereka obrolin padahal kami duduk di teras rumah yang sama, lalu bulikku memanggil paklek ku.
Bulikku : Pak…..pak….? “bulikku memanggil paklek ku”.
Paklekku : Iya bu ada apa?
Bulikku : Ini lo pak sulastri mau potong rambut tapi minta tolong bapak yang motong rambutnya.
Paklekku : Kok gak ke salon aja aku tapi cuma bisa motong model laki aja.
Sulastri : Gak apa2 mas emang lagi pingin potong pendek nih gersh banget, lagi males ke salon mas.
Mendengar percakapan mereka nafsu hairfetish ku kumat lagi, rasanya g sabar pingin liat proses sulastri rambutnya dipotong pendek.
Paklekku : Ya sudah klo gtu tak ambil peralatan cukur dulu ya…? Kita potong rambutnya di halaman belakng aja ya enak sejuk kamu tunggu aja di sana.
Kami pun menuju halaman belakang tempat dimana bulik dulu dipotong rambutnya, tak lama paklek datang dengan membawa peralatan cukurnya.
Paklekku : Bu…kita gak punya penutup buat potong rambut yaa……
Bulikku : Yaaa gak ada pak, klo pke sarung aja gimana? Atau gini aja sulastri ganti aja pake sarung ini bajumu lepas aja biar gak kenak potongan rambut,
Sulastri : Ya udah gak apa2 mbak tak ganti aja dlu.
Sementara sulastri ganti dengan sarung yang diberikan bulikku paklek bersiap-siap dengan alat cukunya dan bulik pun meninggalkn kami karena dia mau masak.
Sulastri : Mas sudah siap aku?
Paklekku : oooiya.. duduk aja disini.
Sulastri duduk di kursi yang sudah disediakan, dengan memakai sarung ini kulihat sulastri semakin sexy kulitnya yang sawo matang pun jadi terlihat berbeda, ia memakai sarung seperti layaknya memakai kemben yang sering dipakai wanita saat upacara siraman adat jawa. Jadi terlihat dada dan leher yang masih tertutup rambutnya.
Lalu paklekku menyisir rambut sulastri berulang kali sampai tidak ada yang kusut dan ia bertanya sama sulastri.
Paklekku : Yakin mau dipotong pendek kayak laki gitu? Sulastri : Iya mas gak apa2 yang penting rapi soalnya gerah banget, pendek kayak istri mas juga gak apa2.
Paklekku : okelh klo gitu, gimana klo potongannya agak pendek dari istriku bagian samping ku tipisin lagi sisa 1cm aja tp cepak rata dan bagian atasnya kubuat 2 cm pendeknya…….gimana mau gak?
Sulastri : Gak apa2 mas malah ringkes.
Mendengar percakapan mereka berdua lebih semangat lagi aku melihat proses potong rambut sulastri dan rupanya paklekku juga suka dengan wanita berambut pendek pa karena dia tentara atau karena dia hairfetish juga yang pasti aku nikmati aja tontonan gratis ini.
Paklekku : Sudah siap ya…?
Sulastri : Sudah mas potong aja gak apa2..
Mulailah paklekku mengambil gunting dan menyisir lagi rambut sulastri setelah dirasa rapi gunting langsung diarahkan ke rambut sualstri. Gunting memotong dari kanan ke kiri dan paklekku memotong rambut sulastri sebatas pertengahan leher. Rambut sulastri mulai berjatuhan ke punggung dan ke lantai, setelah terpotong semua rambut sulastri sudah menjadi model bob.
Kemudian Paklekku mengambil clipper yang sudah dicolok ke listrik tanpa menggunakan attachment jadi ukuran nol tetapi ia mengunakan sisir sebagai pembatasnya.
Lalu paklekku mulai mendorong kepala sulastri kekiri karena dia mulai memotong dari kanan dulu dan mulai memotong rambut samping kanan kepala sulastri sedikit demi sedikit tp masih terlihat tebal, telinga sulastri pun sudah terlihat kira2 rambut samping kanan sulastri setebal 3 cm saja. Kemudian paklek berpindah kesebelah kiri sulastri kali ini mendorong kepala sualastri ke kanan dan memotong rambut sulastri seperti bagian yang kanan tadi.
Rambut sulastri pun berjatuhan di sisi kanan kirinya dari pundak hingga jatuh ke pangkuannnya banyak juga rambut yang terpotong sudah di kepala sulastri. Kini paklekku pindah ke belakang sulastri dan mendorong kepala sulastri sampai menunduk kemudian memotong rambut bagian belakang hingga membentuk potongan laki tapi masih belum rapi.
Lalu paklekku mengambil attachmen dan memasangnya di clipper aku tidak tau nomor berapa yang ia pakai tapi rasanya kecil saja attachment itu dan kembali paklekku menundukkan kepala sualstri sampe dagunya menyentuh dadanya sendiri lalu menempelkan clipper itu di kepala sualstri bagian belakang, cliiper itu berjalan dari tengkuk sampai ke atas semua rata tanpa ada trap,
astaga kulihat rambut sulastri yang sudah di cliiper tu tipis sekali hingga terlihat kulit kepalanya mungkin sekitar 1cm. Dan paklekku memainkan clipper itu ke seluruh bagian kepala belakang sulastri sambil memegang kepala sulastri dengan tangan kirinya dan merapikan bagian bawahnya yang rambut2 halusnya,
selesai bagian belakang ia pindah ke kanan dan mendorong kepalanya kekiri clipper pun kembali di tempelkan diatas telinga sulastri dan mendorong keatas kebawah sampai potongan menjadi rapi dan rata tanpa trap juga.
Hal yang sama dilakukan paklekku di sebelah kiri , kini rambuat sulastri sudah terlihat cepak rapi bagian samping dan belakangnya . Namun bagian atas masih terlihat panjang, lalu paklekku mengambil sisir lagi dan melepas attachment clipper itu dan sisir digunakan sebagai pembatas rambut sulastri yang akan di potong.
Paklekku memotong rambut sulastri yang atas lebih pendek dari rambut bulikku kira2 2 cm saja panjangnya. Luar biasa aku melihat adegan ini jantungku jadi berdegup kencang kini tak ada lagi rambut panjang sulastri yang ada rambut cepak potongan laki tapi memang rapi sekali potongan paklekku ini. Sulastri tampak fresh dengan potongan laki ini, paklekku bertanya kepada sulastri.
Paklekku : Gimana rasanya ringan yaa?
Sulastri : Iya mas enteng banget dingin rasanya.
Paklekku : Tak kerik dulu ya…..
Lalu paklekku mengambil gillette goal dan mengerik rambut bagian bawah belakang dan samping supaya terlihat rapi. Setelah selesai paklekku membersihkan rambut2 yang ada ditubuh sulastri dan sulastri pun berganti pakaian, lalu bulikku datang mendekati kami.
Bulikku : sudah pak potongnya? Sulastri mana.. Paklekku : sudah bu, lagi ganti baju kayaknya. Tak lama sulastri pun datang dan mendekat ke kami duduk2 bareng lagi.
Bulikku : waaaaaahhhh…..tambah cantik kamu lebih fresh tp kayaknya lebih pendek dari rambut ku
Sulastri : iya mbak adem rasanya, tapi gak apa2 mbak bagus kok potongan suami mbak rapi lagi aku suka kok.
Paklekku merapikan alat cukurnya dan hari sudah sore kami pun pulang kerumah masing2. Aku puas sekali hari itu melihat wanita dipotong pendek rambutnya. Dan sebelum aku pulang sempat ku dengar bulikku ngomong sama pakllekku.
Bulikku : Pak klo rambut ku sudah panjang aku mau dipotong kayak sulastri.
Paklekku : Iya bu klo dh panjang ntr bapak potong lagi kayak sulastri selesai. Sekian.