Perkenalkan nama saya samsul umur saya 40 tahun, saya tinggal di daerah bekasi timur, dan saya memiliki seorang istri bernama aisyah, beberapa tahun lalu saya mengajukan cuti dari kantor saya, dengan harapan mendapatkan pesangon yang lumayan, yang nanti nya saya akan pakai untuk membuka usaha rumah makan, sesuai dengan cita2 saya sebelum menikah dengan aisyah,sebelumnya istri saya mengetahui jika saya seorang hairfetish, namun dia tidak pernah menuruti permintaan saya untuk memintanya mencukur rambutnya sampai gundul, paling pendek dia hanya cukur bob.
Hari itu saya mulai buka membuka pembicaraan dengan istriku soal niat saya membuka rumah makan,
Saya : mah, minggu depan papah ingin buka rumah makan ya, tadi papah abis survey lahan, ternyata ada yang ingin menjual tanah nya dengan harga murah, nanti kita akan bangun rumah makan sunda, yang dimana pengunjung nantinya yang makan akan duduk lesehan.
Istri : oh ide bagus tuh pah, mamah setuju,
Saya : tapi gini mah, kamu tau kan ,kalo papah penggila wanita yang kepalanya gundul bahkan sampai tidak ada rambut sedikit pun di kepalanya,
Istri : ya lalu, papah ingin menggunduli mamah sebelum membuka rumah makan,..? mamah ga mau ah pah,
Saya : nah, jawaban kmu sudah papah tebak, tapi bukan itu mah, papah ingin, karyawannya nanti semuanya perempuan masih muda, dan mereka bekerja di rumah makan kita menggunakan krudung, dengan kepalanya yang gundul, kamu setuju..?
Istri : ah papah sudah gila kali ya, terserah papah lah, mana ada coba yang mau seperti itu,hahaaha
Berawal dari kata2 istriku, saya merasa tertantang dan semakin nekad, berhubung sebentar lagi bulan puasa maka aku percepat pembangunannya,
1 bulan kemudian rumah makan ku yang aku inginkan sudah berdiri, dan ku mulai memasang lowongan di tiang2 listrik sekiar rumah makan ku, dengen criteria, “ mencari karyawati berusia 20-30 tahun, berpenampilan rapih, berambut bagus,dan siap bekerja full time, datang dan kirimkan cv ke rumah makan kami, beralamat……,paling lambat akhir juni, ”
Singkat cerita, setelah memasang iklan tersebut, seminggu kemudian, ada 2 orang perempuan yang datang untuk melamar pekerjaan, pertama namanya ayu yang kedua namanya jeni,

Saya mulai interview satu persatu, di mulai dari ayu,
Saya
: selamat siang, ini benar yang bernama ayu umur 21 tahun..?
Ayu
: oh iya pak saya ayu, lulusan SMA,
Saya
: saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada kamu, kmu siap buat menjawabnya…?
Ayu
: siap pak,
Saya
: kamu tinggal sama siapa di bekasi ini..?
Ayu
: wah kebetulan saya tinggal bersama teman saya, si jeni, makanya kami melamar bersama, ya dengan harapan kami berdua dapat di terima di sini ,kerja apa aja kami akan terima pak,
( saya langsung memikirkan peraturan , bahwa karyawati yang bekerja nantinya wajib memakai kerudung dan harus di gundulin sebelum memakainya )
Saya
: oh gtu, gini, kalo kalian berdua saya terima, kamu minta gaji berapa..?
Ayu
: saya sih mintanya 2 juta pak,
Saya
: oh gtu, baik, saya akan gaji kamu 3 juta, tapi kamu harus menuruti peraturan di sini, sebelom kamu benar2 bekerja di sini, kamu siap..?
Ayu
: oh klo boleh tau, apa peraturannya pak..?
Saya
: saya ingin, karyawati di sini, memakai kerudung yang telah saya siapkan, sebelum mengenakan kerudung, kamu dan temanmu harus siap untuk saya gunduli sampai licin terlebih dahulu,
Ayu
: hah..? gundul..? ga ada peraturan yang lain pak..?
Saya
: yasudah, kalo kmu keberatan ,silakan kmu keluar dank mu saya tolak buat berkeja di sini, mana ada coba yang mau membayar kmu dengan gaji 3 juta, kerja setengah hari,
Ayu
: baik lah pak,, saya mau , walau dengan berat hati , karna harus kehilangan rambut yang selama 3 tahun saya tidak potong, hingga panjangnnya sampai pantat.
Saya
: baik, ini saya berikan kerudung buat kamu, dan sekarang, mari ikut saya ke dalam kamar, untuk melakukan cukur rambut kamu,
Dengan berat hati si ayu, mengikuti langkah saya untuk masuk kedalam kamar, untuk melakuka proses cukur rambutny hingga gundul,
Saya
: silakan kamu duduk di depan kaca,
Ayu
: baik pak ( sambil menangis dia mengikuti perintah saya )
Kain pun saya siapkan, dan saya kaitkan di tubuhnya dia, agar badan dia tidak gatal terkena rambut yang berjatuhan,
Saya
: apakah kamu sudah siap..?
Ayu
: bismillah , saya siap pak, demi pekerjaan ini.
Saya
: okee
Saya langsung menggunakan mesin cukur, agar proses pencukurannya tidak memakan waktu lama, karna saya masih harus menggunduli jeni, kawannya ayu.
Saat mesin cukur saya nyalakan, langsung saja ku tempelkan di dahinya, dan berjalan sampai ketengah, sementara mesin cukur sedang beraksi, ayu tak berhenti menangis dan mengeluarkan banyak air mata.
Ku lanjutkan aksi ku menggunduli si ayu, hingga akhirnya kepala ayu sudah botak menyisakan 1 cm saja,
Saya
: kamu bisa berhenti menangis..? kalo tidak silakan kamu keluar dari sini dan saya tolak kamu ( hanya sekedar ancaman agar berhenti menangis )
Ayu
: iya pak iya, maaf, saya masih syok aja melihat wajah saya di cermin yang botak sekarang,
Saya
: sstt berisik, saya akan mengerok kepala kamu, dan kamu jangan bergerak atau nanti akan tergores kepala kamu
Ayu
: iya pak , hikz hikz
Saya olesin krim cukur kekepala ayu, hingga merata, dan mulai mengerok kepala dia, sehingga menghasilakan hasil akhir, seorang wanita yang rambut awalnya hampir sepantat sekarang menjadi gundul licin tanpa sehelai rambut pun,
Namu ini belum berakhir, ide isengku pun muncul.
Ayu
: sudah selesai kah pak..?
Saya
: sudah, tapi saya akan menawarkan sesuatu kepada kamu, apakah kamu mau uang 1 juta saat ini, saya akan berikan kepada kamu, dengan syarat kamu harus menerima tantangan saya,
Ayu
: apa itu pak..?
Saya
: kamu harus bersedia, untuk saya kerok alisnya sampai licin seperti kepala kamu,
Ayu
: hah..? apa jadinya nanti saya, tapi gapapa lah sekalian aja deh, oke saya terima pak,
Saya
: oke bagus,
Saya kembali olesi krim cukur ke alis matanya dia, kemudian syaa kerok alinsya, di mulai dari sebelah kanan, hingga bersih dari sehelai bulu, dan berpindah ke sebelah kiri, hingga kedua alisnya sama2 gundul ,
Saya
; sudah selesai, ini kerudung buat kamu, dan ini hadiah 1 juta saya berikan cash buat kamu, karena berani terima tantangan saya, dan kamu akan mulai bekerja lusa ya,
Ayu
: oke terima kasih banyak ya pak,
Saya
: usap air mata kamu, jangan sampai temen kmu tau, dan ketika ketemu jeni, jangan menceritakan apa2 ke dia,
Ayu
: oke pak, saya pamit pulang dlu ya pak, terima kasih pak
Sesudah dia memakai kerudung, ayu bergegas keluar dari tempat eksekusi kepala dia, dan kulihat saaat ketemu jeni, dia tidak menegor jeni, dan langsung berlari pulang ke rumahnya,