Namaku Ferdy, usiaku 25 tahun dan profesi aku sebagai manajer model hairstylish yang ternama. Aku bekerja berkerja disini selama 2 tahun dan banyak model yang saya terima di tempat kerjaanku, terutama untuk wanita yang berusia masih muda. Segala model wanita saya potong berbagai style ada yang medium cut, bangs cut, bob haircut asymetric, dan short/pixie haircut. Model wanita saya selama bekerja dulu mempunyai rambut yang masih panjang dan lembut.
ketika sebagai model hairstylish mereka harus ambil resiko yaitu siap dipotong segala gaya rambutnya bahkan ada yang sampai menangis saat proses pemotongan rambut. Tapi setelah selesai pemotongan rambut model wanita kami saya beri motivasi bahwa menjadi model harus terima tantangan dan resikonya. kini saya akan membutuhkan model wanita untuk model bald hair/kepala gundul untuk 4 orang, maksimal umurnya 25 tahun dan belum menikah. Kini saya telah membuka lowongan kerja sebagai model hairstylish ditempat saya dan interview pun dimulai.
Ferdi : Selamat siang semua para wanita cantik, apa kabar kalian semua....
Peserta model : baik semua pak (dengan teriakan yang semangat)
Ferdi : oke ladies, kita disini akan dipangil satu persatu untuk menjadi calon model hairstylish. Dimulai dari nomor 1, langsung perkenalkan namamu siapa....
Ririn : nama saya Ririn umur saya 18 tahun.
Ferdi : oke Ririn silahkan ikut saya ke ruangan studio untuk melakukan make over dan sesi pemotretan.
Ririn dan managernya Ferdi berjalan menuju ruang tersebut, sampailah diruang studio Ririn langsung dites mulai dari berjalan layaknya seperti model dan diukur tinggi dan berat badanya. setelah selesai Ferdi berbincang kepada Ririn.

Ferdi : Ririn sepertinya hari ini kamu menarik sekali penampilanmu apalagi dengan rambut panjangmu yang sepinggang. Sepertinya kamu cocok jadi model hairstylish.
Ririn : oke pak terima kasih atas pendapatnya.
Ferdi : Oke kamu kerja disini siap ikut prosedurnya ya, sebagai model stylish rambut kamu akan dibayar 5 juta dan hasil sesi foto kamu akan diterbitkan di majalah wanita, bahkan kamu bisa tour ke luar negeri jika kamu menjadi terkenal. Kamu siap menjadi model hairstylish Ririn....
Ririn : Baik pak saya siap.
Erwin : oke Ririn saatnya kamu melakukan make up terlebih dahulu.
Ririn langsung menuju meja rias, dan dirinya mulai dimake up dengan tata rias mulai dari wajah sampai rambut panjangnya diberi perawatan. Selesai make up Ririn menuju studio dan mulailah sesi pemotretan. Selama pemotretan Ririn hanya memakai tanktop berwarna ungu dan memakai hotpants berbahan jeans. Ririn mulai tersenyum sambil mengibas rambut panjangnya dengan gembira, lalu melalukan pose segala tubuh agar terlihat sexy dan anggun. selesailah sesi pemotretan lalu Ferdi menghampiri Ririn untuk mengatakan sesuatu.
Ferdi : Waw kamu benar-benar cantik dan terlihat sexy Ririn. Saya jatuh hati sama kamu.
Ririn : hehe mas bisa aja nih.
Ferdi : Oke abis ini kamu akan dimakeover ya rambut kamu.
Ririn : oke mas,tapi jangan terlalu pendek potong rambutnya ya kalau bisa mas.
Ferdi : udah pokoknya kamu nanti terlihat cantik. kan jadi model harus berani ambil tantangan, Ririn.
Ririn : iya sih mas, benar juga.
Ferdi : Yuk, saatnya dimakeover.
Ririn dan Ferdi menuju ruang tata rias untuk melakukan makeover untuk Ririn. Ferdi tidak memberitahukan kepada Ririn model rambutnya akan dibotak habis sampai terlihat licin. Ririn duduk dikursi barber, wajah Ririn agak terlihat tegang karena dirinya khawatir akan dipotong habis rambutnya. Lalu capsternya menghampiri dibelakangnya sambil membawa clipper, dan pisau cukur dikantongnya. Pertama rambut Ririn disisir terlebih dahulu sampai rata. setelah selesai capsternya memberikan kain cape ke tubuh Ririn dan mengeluarkan clipper dari kantong celananya lalu menyalakannya. Ririn sontak kaget melihat alat cukur itu keluar dari genggaman tangannya. Ririn protes dengan hal itu.
Ririn : Mas, kok aku harus digundulin sih, nggak bisa model yang lain lagi mas.
Ferdi : Kamu ikutin aja prosedur dari saya, saya bayar kamu dengan mahal tau. udah ikutin aja perintah saya. capster, lanjutkan eksekusinya.
Ririn : Tapi mas..... (sambil meneteskan airmatanya)
Capsternya langsung menundukan kepala Ririn dengan tangan kirinya.
Lalu clipper mulai mendarat didahi Ririn didorong hingga ke bagian belakang ujung lehernya. Ririn menangis sambil menahan geli dengan mengigit bibirnya. Kulit kepala Ririn sudah terlihat dibagian tengah rambutnya menyisahkan semili. Lalu clipper berpindah ke bagian kiri hingga berbentuk model side shave.
Rambut banyak berjatuhan ke tubuh Ririn. Kini kepala bagian kirinya sudah botak, lalu dikerik menggunakan pisau cukur hingga terlihat licin. selesailah mengerik sisa rambutnya, kini Model rambut Ririn sangat aneh dan ekstrim. Ririn lalu memegang bagian kepala kirinya yang sudah botak rasanya dingin dan licin diraba. Lalu capster membuka kain capenya dari tubuh Ririn sambil membersihkan wajahnya dari airmata dan rambut yang menempel.
Ferdi sambil menghibur Ririn agar tidak menangis. Lalu Ferdi menyuruh Ririn untuk sesi pemotretan kembali. Ririn mulai berpose dengan model rambut setengah botak dan panjangnya. Selesailah sesi pemotretan Ririn kembali ke ruang tata rias untuk melakukan makeover terakhirnya. Ririn langsung duduk di kursi barber dan dipasang kembali kain capenya. Pak Ferdi tepat ada disamping kanan Ririn sambil mengenggam tangan kanannya Ririn. Ferdi sambil memberikan motivasi kepada Ririn.
Ferdi : Ririn kamu harus rela ya rambutnya digundulin. kamu itu harus berubah dan lebih dewasa dengan percaya dirimu. oke.
Ririn : (hanya diam meneteskan airmatanya).
Capsternya mulai menyalakan kembali clipper yang ada digenggaman tangan kanannya lalu mencukur rambut Ririn dibagian kanannya. Ririn tak kuasa menahan air matanya sambil mengerat tangan Pak Ferdi. Clipper lalu berpindah kebagian rambut yang masih terurai dikepala Ririn. Rambut mulai banyak yang berjatuhan dari pangkuannya sampai jatuh ke lantai. Tak lama kemudian kepala Ririn sudah botak tak ada sehelai rambutpun.
Capster kemudian mengkerik sisa rambut semili dikepala bagian kanannya hingga licin. Kini Ririn adalah seorang wanita cantik berkepala licin yang akan menjadi bintang model hairstylish. Capsternya lalu membuka kembali kain capenya sambil membersihkan rambut diwajah dan leher Ririn. Ririn langsung bangkit dari kursi barber lalu memeluk erat pak Ferdy sambil meneteskan airmatanya. Kemudian Pak Ferdi mengusap airmatanya Ririn dan sambil mencium dahinya.
Selesailah ekseuksinya kini Ririn melakukan sesi foto model hairstylish terakhirnya. Ririn terlihat sangat seksi dengan kepala botaknya, dan sangat bergairah saat melakukan pose tubuh. pak Ferdi pun sangat tertarik dengan penampilan barunya Ririn. Selesailah sesi pemotrertan terakhir lalu pak Ferdi memberikan wig kepada Ririn dengan model long hair. Ririn langsung memakai wignya kemdian berpamitan dengan pak Ferdi dan langsung meninggalkan ruang studio. Ririn pergi dari ruangan tersebut dengan cepat tanpa mememberitahukan kepada pesertanya tadi.